Rabu, 20 April 2016



NAMA  : FELLA HARYANDA PUTERI
NPM     : 146211138
KELAS : IV C
PENGERTIAN SUBJEK, BJEK, DAN KETERENGAN MENURUT BEBERAPA AHLI
A.    Pengertian SPOK menurut KBBI
·    Subjek adalah 1 pokok pembicaraan; pokok bahasan; 2 Ling bagian klausa yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara; pokok kalimat; 3 pelaku.
·         Predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara tentang subjek.
·         Objek adalah 1 hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok pembicaraan; 2Ling nomina yang melengkapi verba transitif dalam klausa.
     
B.     Menurut Para Ahli
a. Subjek (S)

Subjek adalah unsur kalimat yang menunjukkan pelaku. Subjek menentukan kejelasan makna kalimat. Penempatan subjek yang tidak tepat, dapat mengaburkan makna kalimat.

Ciri-ciri subjek:
1. jawaban apa atau siapa
2. didahului kata bahwa
3. berupa kata atau frasa benda (nomina)
4. disertai dengan kata ini atau itu
5. disertai pewatas yang
6. kata sifat didahului kata si atau sang: si cantik, si hitam, sang perkasa
7. tidak didahului preposisi: di, dalam, pada, kepada, bagi, untuk, dari, menurut, berdasarkan, dan lain-lain.
8. tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, tetapi dapat dengan kata bukan.

b. Predikat (P)

Predikat adalah bagian kalimat yang memberitahu subjek melakukan apa atau subjek dalam keadaan bagaimana. Predikat dapat berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau ajektiva, tetapi dapat pula nomina atau frasa nominal.

Ciri-ciri predikat:
1. jawaban mengapa, bagaimana
2. dapat diingkarkan dengan tidak atau bukan
3. dapat didahului keterangan aspek: akan, seudah, sedang, selalu, hampir
4. dapat didahului keterangan modalitas: sebaiknya, seharusnya, seyogyanya, mesti, selayaknya, dan lain-lain
5. tidak didahului kata yang, jika didahului yang predikat berubah fungsi menjadi perluasan subjek
6. didahului kata adalah, ialah, yaitu, yakni
7. predikat dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifatm atau bilangan.

c. Objek (O)

Objek bukan unsur wajib dalam kalimat. Keberadaanya umumnya terletak setelah predikat yang berkatagori verbal transitif. Objek pada kalimat aktif akan berubah menjadi subjek jika kalimatnya dipasifkan.

Ciri-ciri objek:
1. berupa kata benda
2. tidak didahului kata depan
3. mengikuti secara langsung di belakang predikat transitif
4. jawaban apa atau siapa yang terletak di belakang predikat transitif
5. dapat menduduki fungsi subjek apabila kalimat itu dipasifkan.

d. Pelengkap (Pel)

Pelengkap adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat. Letaknya umumnya di belakang predikat. Antara Obyek dan Pelengkap terdapat perbedaan. Perbedaan pelengkap dengan objek adalah ketidakmampuannya menjadi subjek jika kalimatnya yang semula aktif dijadikan pasif.

Ciri-ciri Pelengkap :
1. Tidak bisa menjadi subjek jika dipasifkan
2.. Berada langsung dibelakang predikat jika unsur objek tidak ada, dan dibelakang objek jika objek ada
3. Predikatnya berawalan ber-

e. Keterangan (K)

Keterangan kalimat berfungsi memperjelas atau melengkapi informasi pesan-pesan kalimat. Berbeda dengan O dan PEL. yang pada kalimat selalu terletak dibelakang P, unsur yang berfungsi sebagai keterangan (K) bisa terletak di mana saja.

Ciri-ciri keterangan:
1. bukan unsur utama kalimat, tetapi kalimat tanpa keterangan, pesan menjadi tidak jelas, dan tidak lengkap.
2. tempat tidak terikat posisi, pada awal, tengah, atau akhir kalimat
3. dapat berupa: keterangan waktu, tujuan, tempat, sebab, akibat, syarat, cara, posesif (posesif ditrandai kata meskipun, walaupun, atau biarpun), dan pengganti nomina (menggunakan kata bahwa).


Minggu, 13 Maret 2016



TUGAS  III MATA KULIAH SINTAKSIS BAHASA INDONESIA
Nama                                      : Fella Haryanda Puteri
Npm                                        : 146211138
Dosen Pemangku                  : Ermawati S, S.Pd., M.A.
Kelas                                       : IV C



KLAUSA BEBAS
Klausa Bebas klausa yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna (Cook, 1971:67).
Disampaikan Jefri Noer pemkab Kampar tidak akan main-main dengan program lima pilar, karena itu diminta kepada camat.
Keterangan :
Hitam : Klausa Bebas
Merah : Klausa Terikat
1)      Klausa Transitif
Dipandang dari sifat hubungan actor-aksi, dapat dibedakan menjadi :
a.      Klausa aktif
b.      Klausa pasif
c.       Klausa medial dan
d.      Klausa resiprokal



KLAUSA TERIKAT
1)      Klausa Nominal
Klausa nominal adalah klausa terikat yang bertindak sebagai nomina (Cook, 1971:67)
Contoh :
Pemkab berkomitmen dalam peningkatan sumber daya manusia.
2)      Klausa Adjektival
Klausa adjectival adalah klausa yang bertindak sebagai ajektif. (Cook, 1971:64)
Contoh :
Saya berharap, bantuan ini dapat bermanfaat untuk menunjang studi.
3)      Klausa Adverbial
Klausa adverbial adalah klausa terikat yang bertindak sebagai adeverbial. (Cook, 1971:64)
Contoh :
Untuk lapangan kerja PNS jumlahnya kurang sebanding dan seleksinya begitu ketat.





Minggu, 06 Maret 2016

TUGAS II MATA KULIAH SINTAKSIS BAHASA INDONESIA



TUGAS  II MATA KULIAH SINTAKSIS BAHASA INDONESIA
Nama                                      : Fella Haryanda Puteri
Npm                                        : 146211138
Dosen Pemangku                  : Ermawati S, S.Pd., M.A.
Kelas                                       : IV C


 KAMIS, 30 JANUARI 2014
Halaman 33
JUDUL : Pejuang Bersenjatakan Kamera
Frasa Verbal
Frasa Verbal adalah semua frasa yang berdistribusi sama dengan verba. Dengan batasan lain, frasa verbal adalah frasa yang berfungsi atau bersifat verba. Frasa-frasa ini berintikan verba atau kata kejra, atau semua unsurnya berupa kata kerja.
Mulai Tumbuh
Rasa percaya
V
A
Up
Atribut
M
D

Frasa Nominal
Frasa kategori ini dibatasi dengan frasa yang berdistribusi sama dengan nomina atau berintikan kata benda atau nomina. Boleh juga frasa kategori ini dibatasi dengan semua frasa yang berfungsi atau bersifat nomina.

Frans
Saat melihat
Puluhan Pemuda
N
 V
N
Atribut
Unsur Pusat
D
M





Indonesia
Berjaga-jaga
Di jalan
Penggagasan timur, 56, jkt
N
V
N
Num
Atribut
Up
Penggolongan
D
M

Yang tak hanya
Dari Jakarta saja
Tetapi juga dari daerah
pewatas
N
N
atribut
Unsur pusat
D
M


 Frasa Adjektiva
Frasa adjektiva ialah frasa yang berdistribusi sama dengan adjektiva atau kata sifat. Dengan batasan lain. Frasa adjektifal ini ialah frasa yang berfungsi atau bersifat sama dengan kata sifat, frasa kategori ini berintikan kata sifat atau semua unsurnya berupa kata sifat.

Saat itu
Ia sebagai wartawan
Harian Asia Jaya
Adv
V
Adj
Atribut
Unsur Pusat
D
M


Frasa Preposisional
Frasa preposisional, dalam menentukannya, tidak didasari sistem distribusi seperti faras-frasa kategori lain. Seperti kita ketahui, preposisi tidak bisa berdistribusi secara mandiri. Bandingkan system distribusi preposisi dengan system system distribusi kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan dan kata keterangan ang sudah dikemukakan. Dengan begitu, frasa kategori ini bisa dibatasi dengan rumusan frasa yang salah satu unsurnya adalah preposisi atau frasa dengan preposisi.
Dari sakunya
Dan membacakan teks
Proklamasi kemerdekaan
indonesia
Preposisi
V
Adv
N
Atribut
Up
D
M

Frasa Bilangan
Frasa bilangan disebut juga frasa numeralia. Belum lazim kita menyebut frasa dengan sebutan frasa numeral. Frasa bilangan dapat dibatasi dengan frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan kata bilangan, atau frasa yang intinya kata bilangan, atau frasa yang semua unsurnya berupa berupa kata bilangan.
Beberapa Di antaranya
Adalah foto
Suasana Perundingan
Num
N
Adv
Atribut
up

D
M

Frasa Adverbial
Frasa Adverbial ialah frasa yang dapat berdistribusi sama dengan kata keterangan atau adverbial. Frasa jenis ini bisa juga dibatasi dengan perumusan frasa yang semua unsurnya berupa adverbial.
Pekan Lalu
Selain frans, alex impurung
mundur
Adv
N
pewatas
Atribut
Up
D
M